Wednesday, February 6, 2013

Salah satu faktor penyebab kerusakan lingkungan hidup saat ini adalah masalah sampah dan ini menjadi “PR” besar Bangsa Indonesia. Masalah ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah, namun menjadi kewajiban bagi setiap masyarakat. Tentunya perhatian besar harus kita curakhkan untuk menemukan solusi yang tepat menanggulanginya. Apa yang mesti kita lakukan? Ini pertanyaan yang harus kita jawab. 

Sampah merupakan sesuatu yang sangat akrab dengan kehidupana kita. Terlebih lagi sampah adalah sisa yang kita hasilkan dari aktivitas yang kita kerjakan. Sehingga kita tidak dapat menghilangkannya namun kita da
pat mengolahnya untuk membantu lingkungan. Karena dengan pengolahan yang kita lakukan terhadap limbah tertentu maka lingkungan dapat melakukan prosesnya secara alami untuk melakukan penguraian. Misalnya sampah plastik yang merupakan sampah yang sulit diurai oleh lingkungan. Oleh karena itu, tangan bijak manusia dibutuhkan untuk mengambil solusi dan mengurangi dampak buruk tersebut. Contohnya melakukan Daur ulang terhadap sampah tersebut, sehingga memilki nilai ekonomis. 

Gambaran Umum tentang sampah 

Jika kita mendefinisikan istilah sampah maka secara umum sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah juga didefinisikan manusia sebagai bahan yang bergantung nilai keterpakaiannya, karena proses alam tidak dikenal konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia dikenal konsep lingkungan maka sampah dapat dibagi menurut jenisnya. 

Apabila ditinjau dari berbagai sisi terdapat beberapa jenis sampah yang ada, antara lain berdasarkan sumbernya misalnya sampah manusia, sampah alam, sampah (limbah) nuklir, dan sampah (limbah) pertambangan, berdasarkan sifanya yaitu sampah organik (degradable) dan sampah non-organik (undegradable), dan berdasarkan bentuknya yaitu sampah padat, cair dan gas. 

Problem sampah yang ada di masyarakat 

Problem sampah adalah problem masyarakat. Sampah muncul dari aktivitas yang dilakukan masyarakat. Dan kita mesti waspada terhadap kerusakan linkungan yang dihasilkan oleh sampah. Selain itu, masalah juga terdapat pada bagamana kita memperlakukan sampah itu, dan tempat pembuangan akhir serta mendaur ulang sampah tersebut. Mengenai masalah memperlakukan sampah tentu yang mesti dilakukan adalah menumbuhkan kesadaran hidup bersih dan cinta lingkungan. 

Mengenai pembuangan akhir sampah, yang ini masih menjadi problem dikutip dari radaronline (5/11/2012) bahwa TPA cipayun terancam tidak menampung sampah, pasalnya ketinggian sampah mencapai 28 meter, tumpukan kedalaman sekitar 15 meter dan 13 meter ke atas, dihitung dari rata-rata tanah. TPA tersebut memiliki tiga buah kolam penampung namun yang berfungsi hanya dua, karena satu kolam ditutup akibat penolakan warga sekitar. Sedangkan mengenai masalah daur ulang sampah, hanya sedikit yang dapat dilakukan. Untuk sampah organik telah banyak dilakukan pembuatan kompos sebagai pupuk tanaman, sedangkan non-organik telah ada yang dibuat untuk barang-barang yang memiliki nilai ekomis. Namun tetap menjadi masalah karena sampah yang tidak terdaur ada yang sulit diuraikan oleh tanah. Bahkan untuk mengurai hal tersebut dibutuhkan waktu yang sangat lama. Misalnya saja sampah plastik, diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun agar sampah tersebut benar-benar terurai. Apabila dibakar sampah ini menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan. Inilah mungkin problem sampah yang kita hadapi saat ini. 

Bahaya sampah dan penyakit yang ditimbulkan

Lokasi pengolahan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberap organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang menimbulkan penyakit. Penyakit yang dapat timbul dari keadaan ini yaitu diantara penyakit diare, kolera , tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengolahan yang tidak tepat dapat bercampur air minum. Selain itu, penyakit demam berdarah dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai. Kemudia penyakit yang menyebar melalu media rantai makanan dan Sampah-sampah beracun. 

Di musim penghujan tingkat pertumbuhan kuman dan resiko penyakit yang ditimbulkan dari sampah biasanya meningkat. Kuman yang seharusnya mati oleh sinar matahari, namun karena dimusim penghujan biasanya kuman itu tetap hidup dan terbawa ke aliran sungai dan selokan. 

Sementara itu, beberapa jenis vektor penyakit yang biasa hidup di sampah adalah nyamuk, lalat, pinjal dan tungau. Nyamuk yang menjadi vektor penyakit penting di Indonesia adalah dari genus Culex (penyebab penyakit filariasis), Anopheles (penyebab penyakit malaria) dan Aedes (penyebab penyakit demam berdarah). Lalat yang biasa menjadi vektor adalah Musca domestica dengan membawa berbagai jenis kuman seperti Vibrio cholerae yang menyebabkan penyakit kolera. 

Apa yang sebaiknya dilakukan ?

Tentunya, hal yang pertama yang mesti kita lakukan adalah menyadarkan diri kita tentang pentingnya hidup bersih. Menanamkan kebiasaan baik misalnya mengelola membuang sampah pada tempat yang benar, dan beberapa langkah kecil yang lainnya. 

Selain itu, dengan mengurangi penggunaan kantong plastik sekarang juga dan gunakan tas kain setiap kali berbelanja. Jika hanya membeli barang dalam jumlah kecil, maka ada baiknya cukup masukan barang belanjaan ke dalam tas. Dan juga Ingatkan orang rumah yang lain atau teman-teman kita untuk selalu membawa tas kain saat belanja. Beritahu supermarket, mall dan toko buku langganan kamu untuk berhenti memberikan kantong plastik. Dengan melakukan yang seperti itu maka pencegahan dapat kita lakukan. 

Selain kesadaran tentang penggunaan bahan, kita perlu juga memperhatikan pengolahan limbah yang hasilkan dari kegiatan yang kita kerjakan. Mengapa perlu hal yang seperti karena, kebanyakan masalah sampah muncul dari cara kita mengelolahnya yang salah. Maka dari itu, sampah organik sebaiknya dipisah dengan yang non-organik. Karena perbedaan bahan, maka perlu perbedaan perilaku dalam mengelolahnya. 

Selain itu juga, perhatian pihak yang berwenang dalam hal ini pemerintah dan dinas terkait sangat dibutuhkan. Hendaknya ada semacam program-program yang dicanangkan untuk mengatasi permasalahan sampah tersebut. Terutama, daerah yang memiliki kepadatan yang tinggi dan aktivitas penduduknya yang padat. Jika hal ini tidak diperhatikan, maka tentu ini akan menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Kita juga menunggu karya dari para akademisi dan ilmuan-ilmuan indonesia agar dapat menyusun langkah-langkah unutuk mengurangi kerusakan lingkungan, serta penggunaan sumber daya alam yang lebih arif. 

Yang perlu kita ingat yakni masalah sampah bukanlah persoalan individu, kelompok, atau pemerintah semata. Namun ini adalah tugas kita bersama, kita mesti bergotong-royong dan bekerja sama, dan tidak melimpahkan tanggung jawab kepada pihak tertentu saja.

Categories: ,

0 comments:

Post a Comment